Sabtu, 27 Desember 2014

kepemimpinan

TUGAS IV KEPEMIMPINAN

Definisi Kepemimpinan
 Kepemimpinan mempunyai arti yang berbeda-beda tergantung pada sudut pandang atau perspektif-perspektif dari para peneliti yang bersangkutan, misalnya dari perspektif individual dan aspek dari fenomena yang paling menarik perhatian mereka. Stogdill (1974: 259) menyimpulkan bahwa terdapat hampir sama banyaknya definisi tentang kepemimpinan dengan jumlah orang yang telah mencoba mendefinisikannya. Lebih lanjut, Stogdill (1974: 7-17) menyatakan bahwa kepemimpinan sebagai konsep manajemen dapat dirumuskan dalam berbagai macam definisi, tergantung dari mana titik tolak pemikirannya. Misalnya, dengan mengutip pendapat beberapa ahli, Paul Hersey dan Kenneth H Blanchard (1977: 83-84) mengemukakan beberapa definisi kepemimpinan, antara lain:
* Kepemimpinan adalah kegiatan dalam mempengaruhi orang lain untuk bekerja keras dengan penuh kemauan untuk tujuan kelompok (George P Terry)

* Kepemimpinan adalah kegiatan mempengaruhi orang lain agar ikut serta dalam mencapai tujuan umum (H.Koontz dan C. O'Donnell)

* Kepemimpinan sebagai pengaruh antar pribadi yang terjadi pada suatu keadaan dan diarahkan melalui proses komunikasi ke arah tercapainya sesuatu tujuan (R. Tannenbaum, Irving R, F. Massarik).

Untuk lebih mendalami pengertian kepemimpinan, di bawah ini akan dikemukakan beberapa definisi kepemimpinan lainnya seperti yang dikutip oleh Gary Yukl (1996: 2), antara lain:
* Kepemimpinan adalah peningkatan pengaruh sedikit demi sedikit pada dan berada di atas kepatuhan mekanis terhadap pengarahan-pengarahan rutin organisasi (Katz dan Kahn)

* Kepemimpinan adalah proses mempengaruhi aktivitas-aktivitas sebuah kelompok yang diorganisasi ke arah pencapaian tujuan (Rauch dan Behling)

* Kepemimpinan adalah proses memberi arti terhadap usaha kolektif yang mengakibatkan kesediaan untuk melakukan usaha yang diinginkan untuk mencapai sasaran (Jacobs dan Jacques)

Menurut Wahjosumidjo (1984: 26) butir-butir pengertian dari berbagai definisi kepemimpinan, pada hakekatnya memberikan makna :

* Kepemimpinan adalah sesuatu yang melekat pada diri seorang pemimpin yang berupa sifat-sifat tertentu seperti kepribadian, kemampuan, dan kesanggupan.

* Kepemimpinan adalah serangkaian kegiatan pemimpin yang tidak dapat dipisahkan dengan kedudukan serta gaya atau perilaku pemimpin itu sendiri

* Kepemimpinan adalah proses antar hubungan atau interaksi antara pemimpin, bawahan dan situasi.

Dari berbagai definisi yang ada, maka dapat dikatakan bahwa Kepemimpinan adalah :
* Seni untuk menciptakan kesesuaian paham
* Bentuk persuasi dan inspirasi
* Kepribadian yang mempunyai pengaruh
* Tindakan dan perilaku
* Titik sentral proses kegiatan kelompok
* Hubungan kekuatan/kekuasaan
* Sarana pencapaian tujuan
* Hasil dari interaksi
* Peranan yang dipolakan
* Inisiasi struktur
Jenis-jenis kepemimpinan
Menurut Hasibuan (2002) Ada beberapa jenis  kepemimpinan yang antara lain adalah:
1. Kepemimpinan Otoriter
Kepemimpinan otoriter adalah jika kekuasaan atau wewenang sebagian besar mutlak tetap berada pada pimpinan atau pimpinan itu mengganti sistem sentralisasi wewenang. Pengambilan keputusan dan kebijakan hanya ditetapkan sendiri oleh pimpinan. Bahwa tidak diikutsertakan untuk memberikan saran, ide dan pertimbangan dalam proses pengambilan keputusan.
2. Kepemimpinan Partisipatif
Kepemimpinan partisipatif adalah apabila di dalam kepemimpinannya dilakukan secara persuasif, menciptakan kerjasama yang serasi, menumbuhkan realitas dan pertisipasi para bawahan, pemimpin motivasi bawahan agar merasa ikut memiliki perusahaan. Pemimpin dengan cara partisipatif akan mendorong kemampuan bawahan hal mengambil keputusan.
Dengan demikian, pemimpin yang selalu membina bawahan untuk menerima tanggung jawab yang lebih besar.
3. Kepemimpinan Delegatif
Kepemimpinan delegatif apabila seorang pemimpin mendelegasikan wewenang kepada bawahan dengan agak lengkap dengan demikian bawahan dapat mengambil keputusan dan kebijaksanaan dengan bebas atau leluasa dalam melaksanakan pekerjaannya. Pemimpin yang tidak peduli cara bawahan mengambil keputusan dan mengerjakan pekerjaannya, sepenuhnya diserahkan kepada bawahan.
4. Kepemimpinan Situasional
Fokus pendekatan situasional terhadap kepemimpinan terletak pada perilaku yang di observasi atau perilaku nyata yang terlihat, bukan pada kemampuan atau potensi kepemimpinan yang dibawa sejak lahir. Penekanan pendekatan situasional adalah pada perilaku pemimpin dan anggota dan pengikut dalam kelompok dan situasi yang variatif. Menurut kepemimpinan situasional tidak ada satupun cara terbaik untuk mempengaruhi orang lain.  kepemimpinan yang harus digunakan terhadap individu atau kelompok tergantung pada tingkat kesiapan pada orang yang akan dipengaruhi.
Sedangkan menurut Ahmad Taufik Nasution (2009) jenis kepemimpinan secara garis besar dikelompokkan kepada dua golongan besar, yaitu sebagai berikut:
1. Pemimpin sekuler.
Pemimpin seperti ini beranjak dari landasan materialisme. Ia meyakini bahwa jabatan yang mereka peroleh adalah hasil dari kerja keras, tanpa campur tangan siapapun. Mereka meyakini usaha dan kesungguhan pasti akan membuahkan kesuksesan. Contoh pemimpin seperti ini adalah Adolf Hitler Mussolini, dan lain-lain. Bagi mereka kekuasaan adalah tujuan hidup, jabatan itu adalah akhir dari segala-galanya.
2. Pemimpin spiritual.
Kelompok ini yakin bahwa jabatan yang di peroleh semata-mata amanah yang di berikan Allah kepada mereka  Apapun yang di peroleh tidak hanya tergantung dengan kerja keras, dan kesungguhan, tapi juga sangat di tentukan oleh kekuatan-kekuatan di luar eksistensi manusia. Contoh pemimpin seperti ini di palestina adalah Syekh Ahmad Yasin, di India ada Mahatma Gandhi.
Jelaskan fungsi dari pemimpin dalam organisasi
Fungsi pemimpin dalam suatu organisasi tidak dapat dibantah merupakan sesuatu fungsi yang sangat penting bagi keberadaan dan kemajuan organisasi yang bersangkutan. Pada dasarnya fungsi kepemimpinan memiliki 2 aspek yaitu :
i.  Fungsi administrasi, yakni mengadakan formulasi kebijaksanaan administrasi dan menyediakan fasilitasnya.
ii. Fungsi sebagai Top Manajemen, yakni mengadakan planning, organizing, staffing, directing, commanding, controling, dsb.

Dalam upaya mewujudkan kepemimpinan yang efektif, maka kepemimpinan tersebut harus dijalankan sesuai dengan fungsinya. Sehubungan dengan hal tersebut, menurut Hadari Nawawi (1995:74), fungsi kepemimpinan berhubungn langsung dengan situasi sosial dalam kehidupan kelompok masing-masing yang mengisyaratkan bahwa setiap pemimpin berada didalam, bukan berada diluar situasi itu Pemimpin harus berusaha agar menjadi bagian didalam situasi sosial keiompok atau organisasinya.

Fungsi kepemimpinan menurut Hadari Nawawi memiliki dua dimensi yaitu:
1) Dimensi yang berhubungan dengan tingkat kemampuan mengarahkan dalam tindakan atau aktifitas pemimpin, yang terlihat pada tanggapan orang-orang yang dipimpinya.
2) Dimensi yang berkenaan dengan tingkat dukungan atau keterlibatan orang-orang yang dipimpin dalam melaksnakan tugas-tugas pokok kelompok atau organisasi, yang dijabarkan dan dimanifestasikan melalui keputusan-keputusan dan kebijakan pemimpin.

Sehubungan dengan kedua dimensi tersebut, menurut Hadari Nawawi, secara operasional dapat dibedakan lima fungsi pokok kepemimpinan, yaitu:
1. Fungsi Instruktif.
Pemimpin berfungsi sebagai komunikator yang menentukan apa (isi perintah), bagaimana (cara mengerjakan perintah), bilamana (waktu memulai, melaksanakan dan melaporkan hasilnya), dan dimana (tempat mengerjakan perintah) agar keputusan dapat diwujudkan secara efektif. Sehingga fungsi orang yang dipimpin hanyalah melaksanakan perintah.
2. Fungsi konsultatif.
Pemimpin dapat menggunakan fungsi konsultatif sebagai komunikasi dua arah. Hal tersebut digunakan manakala pemimpin dalam usaha menetapkan keputusan yang memerlukan bahan pertimbangan dan berkonsultasi dengan orang-orang yang dipimpinnya.
3. Fungsi Partisipasi.
Dalam menjaiankan fungsi partisipasi pemimpin berusaha mengaktifkan orang-orang yang dipimpinnya, baik dalam pengambilan keputusan maupun dalam melaksanakannya. Setiap anggota kelompok memperoleh kesempatan yang sama untuk berpartisipasi dalam melaksanakan kegiatan yang dijabarkan dari tugas-tugas pokok, sesuai dengan posisi masing-masing.
4. Fungsi Delegasi.
Dalam menjalankan fungsi delegasi, pemimpin memberikan pelimpahan wewenang membuay atau menetapkan keputusan. Fungsi delegasi sebenarnya adalah kepercayaan ssorang pemimpin kepada orang yang diberi kepercayaan untuk pelimpahan wewenang dengan melaksanakannya secara bertanggungjawab. Fungsi pendelegasian ini, harus diwujudkan karena kemajuan dan perkembangan kelompok tidak mungkin diwujudkan oleh seorang pemimpin seorang diri.
5. Fungsi Pengendalian.
Fungsi pengendalian berasumsi bahwa kepemimpinan yang efektif harus mampu mengatur aktifitas anggotanya secara terarah dan dalam koordinasi yang efektif, sehingga memungkinkan tercapainya tujuan bersama secara maksimal. Dalam melaksanakan fungsi pengendalian, pemimpin dapat mewujudkan melalui kegiatan bimbingan, pengarahan, koordinasi, dan pengawasan.
Kemudian menurut Yuki (1998) fungsi kepemimpinan adalah usaha mempengaruhi dan mengarahkan karyawan untuk bekerja keras, memiliki semangat tinggi, dan memotivasi tinggi guna mencapai tujuan organisasi. Hal ini terutama terikat dengan fungsi mengatur hubungan antara individu atau kelompok dalam organisasi. Selain itu, fungsi pemimpin dalam mempengaruhi dan mengarahkan individu atau kelompok bertujuan untuk membantu organisasi bergerak kearah pencapaian sasaran. Dengan demikian, inti kepemimpinan bukan pertama-tama terletak pada kedudukannya daiam organisasi, melainkan bagaimana pemimpin melaksanakan fungsinya sebagai pemimpin.

Sumber :
http://www.ut.ac.id/html/suplemen/adpu4334/w2_1_1_1.htm
http://referensi-kepemimpinan.blogspot.com/2009/03/tugas-dan-fungsi-pemimpin.html


Kamis, 04 Desember 2014

tugas auktansi kel 7(perusahaan dagang)

                                               Persentasi kelompok 7.(perusahaan dagang)
PERUSAHAAN DAGANG
Pengertian Perusahaan Dagang
Perusahaan Dagang adalah perusahaan yang kegiayan usahanya membeli barang dengan tujuan menjualnya kembali tanpa memprosesnya lebih dulu.
Perusahaan dagang dapat dibedakan menjadi 3 (tiga) yaitu:
a.       Pedagang Besar
Pedagang besar adalah pedagang yang kegiatannya membeli barang dalam jumlah yang besar dan menjualnya kembali dengan jumlah yang besar pula.
Contoh pedagang besar adalah agen, grosir, importir, dan eksportir.
b.      Pedagang Menengah
Pedagang menengah adalah pedagang yang membeli barang dagangan dalam jumlah besar dan menjualnya kembali kepada para pedagang kecil dalam jumlah sedang atau kecil. Contohnya penyalur dan toko-toko besar.
c.       Pedagang Kecil
Pedagang kecil atau retailer adalah pedagang yang membeli barang dagangan dalam jumlah sedang dan menjualnya kembali kepada konsumen akhir.

Pendapatan Perusahaan Dagang
Pendapatan perusahaan dagang adalah selisih antara harga jual dengan harga beli. Karena kegiatan perusahaan dagang adalah memperjualbelikan barang dagangan, maka pendapatan yang diperoleh umumnya berasal dari hasil penjualan barang dagangan tersebut. Untuk menentukan pendapatan perusahaan dagang kita tinggal membandingkan antara harga jula dengan harga pokok(harga beli), dimana hasilnya disebut laba kotor. Apabila kita ingin mengetahui laba bersih, maka laba kotor harus dikurangi dengan beban-beban yang dikeluarkan dalam kegiatan perdagangan selama satu periode akuntasi. Beban-beban ini dinamakan beban usaha, yang terdiri dari beban administrasi dan umum serta beban penjualan.
           

Beban administrasi dan umum adalah beban yang dikeluarkan untuk melaksanakan kegiatan dagang. Misalnya, beban gaji, telephone, listrik, air dan gas, perlengkapan dan sebagainya. Beban penjualan  adalah beban yang dikeluarkan guna memperkenalkan barang kepada masyarakat atau beban lain yang menunjang terselenggaranya penjualan. Beban ini antara lain adlaha beban iklan, beban gudang, beban pembungkusan, beban angkot dan lainnya.
Ciri – ciri Perusahaan Dagang:
1.              Pendapatan utamanya berasal dari penjualan barang dagangan
2.              Biaya utamanya berasal dari harga pokok barang yang terjual dan biaya usaha lainya
3.              Dalam akuntansinya terdapat akun persediaan barang
Karakteristik dan kegiatan utama perusahaan dagang adalah sebagai berikut :
  1. Melakukan transaksi pembelian barang dagang, baik secara tunai maupun kredit
  2. Melakukan transaksi penjualan barang dagang, baik secara tunai maupun kredit
  3. Melakukan pembayaran utang usaha yang terjadi akibat adanya berbagai transaksi dalam aktivitas perusahaan.
  4. Menerima pembayaran/pelunasan piutang usaha yang terjadi akibat adanya berbagai transaksi dalam aktivitas perusahaan
  5. Melakukan penyimpanan barang dagang selama belum dijual dan diserahkan kepada pembeli.
  6. Sebagai perantara antara produsen dan konsumen
  7. Antara barang yang dibeli dan barang yang dijual tidak ada perubahan
  8. Tujuan utamanya mencari lada dengan menjual barang dengan harga lebih tinggi dibanding harga belinya.

B. Ciri – ciri khas Akun Perusahaan Dagang adalah sebagai berikut:
1. Akun Pembelian (D)
Terjadi karena perusahaan membeli barang dagang dengan tujuan dijual kembali. Pembelian ini dapat dilakukan dengan pembelian tunai, kredit dan sebagian pembayaran.
2. Akun Penjualan (K)
Terjadi karena perusahaan menjual barang barang dagang yang diperoleh dari pemasok bertujuan untuk memperoleh laba. Penjulan dilakukan dengan cara tunai, kredit dan dengan sistem uang muka yang sisanya dapat diangsur dengan syarat pembayaran dan syarat penyerahan. Dasar pencatatannya dengan faktur jika kredit dan bukti penerimaan kas jika tunai.
3. Akun Potongan Pembelian (K)
Terjadi karena penjual memberikan potongan kepada pembeli, dengan tujuan agar pembeli melunasi utangnya sebelum jatuh tempo. Selama masih dalam masa potongan, maka utang yang dibayar adalah harga faktur dikurangi denagan potongan yang diterima.
4. Akun Potongan Penjualan
Merupakan pencatatan atas potongan yang diberikan oleh penjual bertujuan agar tagihannya dapat segera dilunasi. Jadi, jumlah yang diterima oleh penjual sebesar jumlah tagihan dikurangi potongan yang diberikan.
5. Akun Rektur Pembelian
terjadi karena pembeli mengembalikan senagian barang yang telah dibeli atau sebagian rusak dan tidak sesuai pesanan. Jika dibeli secara tunai maka penjual akan memgembalikan besarnya retur dengan tunai juga. Tetapi jika secara kredit maka besarnya retur akan mengurangi harga fakturnya.
6. Akun Retur Penjualan
Terjadi karena penjual menerima kembali sebagian barang yang telah dijual karena mutunya tidak sesuai pesanan. Pengembalian ini akan mengurangi tagihan kepada pembeli.
7. Akun Biaya Angkut
Terjadi ketika pembeli harus membayar ongkos agar barang yang dibeli samapai kegudang pembeli. Dengan demikian harga perolehanya terdiri dari harga beli barang ditambah beban angkutnya.
8. Akun Biaya Pengiriman
Terjadi karena penjual mengirim barang dari penjual sampai ditempat pembeli, karena pada saat transaksi jual beli telah dicantumkan dalam syarat penyerahan bahwa penjual menanggung ongkos kirim.
9. Akun Persedian
Merupakan nilai persediaan barang dagangyang belum terjual pada akhir periode akuntansi.
10. Akun Utang Dagang
Terjadi karena masih terdapat sisa pembayaran dari suatu pembelian oleh suatu perusahaan dagang.
11. Akun Piutang Usaha
Digunakan untuk mencatat sisa-sisa harga pembelian yang dilakukan oleh pembeli atau semua sisa harga penjualan yang belum dibayarkan.
12. Akun Harga Pokok Penjualan (HPP)
Untuk menapung harga pokok/harga beli barang yang dijual dalam suatu periode akuntansi.

Rabu, 26 November 2014

persentasi kelompok 6(penutupan buku dan penyesuaian kembali)


persentasi kelompok 6. 
PENUTUPAN BUKU DAN PENYESUAIAN KEMBALI
PENUTUPAN PEMBUKUAN
    Saldo akhir periode rekening riil / rekening permanen (aktiva, utang dan modal) akan dibawa ke periode berikutnya, yang berarti saldo akhir suatu rekning riil akan menjadi saldo awal untuk periode akuntansi berukitnya. Saldo akhir periode rekening nominal / rekening temporer / rekeninmg sementara (pendapatan dan biaya) dan rekening prive yang terdapat dalam buku besar harus dipindahkan ke rekning Modal agar dapat diketahui pengaruhnya terhadap rekening tersebut.Pada awal periode berikutnya, rekening-rekening pendapatan dan biaya akan diawali dengan saldo nol rupiah.
JURNAL PENUTUP
 yaitu jurnal yang dibuat untuk memindahkan saldo-saldo rekening sementara dan rekening prive.
Ÿ Tujuan pembuatan jurnal penutup:
1.     Untuk menutup saldo yang terdapat dalam semua rekening sementara.
Menutup berarti mengurangi saldo rekening sehingga menjadi nol.
2.  Agar saldo rekening Modal menunjukkan jumlah yang sesuai dengan keadaan pada akhir periode (sama dengan jumlah modal akhir yang dilaporkan dalam neraca).

Ÿ Dalam menyelenggarakan penutupan buku, digunakan rekening sementara yang baru, yaitu rekening Rugi-Laba / Ikhtisar Rugi-Laba. Rekening ini hanya digunakan dalam penutupan buku pada akhir periode.
Ÿ Prosedur penutupan buku:
1.   Menutup semua rekening pendapatan dengan memindahkan saldo setiap rekening  pendapatan ke rekening Rugi-Laba.
2.   Menutup semua rekening biaya dengan memindahkan saldo setiap rekening biaya ke rekening Rugi-Laba.
3.   Menutup rekening Rugi-Laba dengan memindahkan saldo rekening tersebut ke rekening Modal.
4.  Menutup rekening Prive (jika ada) dengan memindahkan saldo rekening tersebut ke rekening Modal.
JURNAL PENUTUP PADA PERUSAHAAN PERSEORANGAN
    Perusahaan perseorangan adalah sebuah badan usaha yang modalnya berasal dari satu orang pemilik.
Ÿ    Dalam perusahaan perseorangan hanya terdapat satu rekening modal.
   Dalam perusahaan perseorangan pemilik sering melakukan pengambilan atau pemakaian kekayaan perusahaan (uang atau barang) untuk keperluan pribadi / prive.
  Data untuk penutupan buku dapat diambil dari kolom 7 dan 8 neraca lajur (kolom rugi-laba).

Pertanyaan dosen..
1.       Rekening apa yang perlu di tutup pada akhir periode ?
2.       Perbedaan saldo sebelum penutupan dan saldo setelah penutupan ?
3.       Rekening  apa yang harus di sesuaikan kembali ?

Jawab :
1.        Pada akhir periode akuntansi, seluruh rekening nominal tersebut harus ditutup dengan saldo nol (tidak memiliki saldo). Seperti pada perusahaan jasa, jurnal penutup pada perusahaan dagang digunakan untuk menutup rekeningrekening nominal, yaitu rekening yang berkaitan dengan pendapatan dan beban. Hanya saja untuk laporan yang menggunakan metode harga pokok penjualan untuk rekening pembelian, biaya angkut pembelian, retur dan pengurangan harga serta potongan pembelian tidak lagi dibuat ayat penutupnya karena rekening-rekening tersebut saldonya sudah nol. Ayat-ayat penutup yang digunakan untuk menutup rekening nominal sebagai berikut.
a.       Menutup pendapatan, yaitu semua rekening pendapatan di debit sebesar saldo masing-masing rekening, sedangkan rekening ikhtisar laba rugi di kredit sebesar jumlah semua rekening pendapatan.
b.      Menutup beban, yaitu semua beban di kredit sebesar saldo tiap rekening dan rekening    ikhtisar laba rugi di debit sebesar jumlah total rekening beban.
c.        Menutup perkiraan ikhtisar laba rugi, yaitu jika total sisi debit lebih kecil daripada kredit maka menunjukkan laba.
d.      Menutup prive, pada umumnya rekening prive,…. Ini bersaldo debit sehingga akan mengurangi modal perusahaan.
2.       Neraca saldo sebelum penutupan, merupakan kumpulan saldo semua buku besar, belum terdistribusikan antara akun riil (neraca) dengan nominal (laba-rugi). Di situ Anda masih bisa melihat rincian biaya dan pendapatan (akun nominal).
Neraca saldo setelah penutupan, merupakan saldo setelah dilakukan jurnal penutup (closing entries). Jurnal penutup ini menutup seluruh account nominal (pendapatan dan biaya) yang dikumpulkan/diakumulasikan dalam retained earnings dalam account riil (neraca).
3.       Penyusutan/depresiasi aset tetap.
Seluruh aset tetap kecuali tanah yang dimiliki perusahaan harus disusutkan/didepresiasi. Terdapat beberapa metode untuk menyusutkan aset tetap, salah satunya adalah metode garis lurus.

Rabu, 12 November 2014

persentasi kelompok 4 akuntansi.(jurnal penyesuaian)

JURNAL PENYESUAIAN
Jurnal Penyesuaian adalah jurnal yang dibuat untuk menyesuaikan saldo rekening-rekening ke saldo yang sebenarnya sampai dengan periode akuntansi, atau untuk memisahkan antara pendapatan dan beban dari suatu periode dengan periode yang lain. 

PRINSIP DAN KONSEP  PENENTUAN LABA :
           Konsep akuntansi aktual
     Periode akuntansi
Pembuatan laporan keuangannya secara periodik, dan di ukur selama 1 tahun dari ( 1 januari sampai 31 desember )
    Prinsip pendapatan
Dicatat pada saat keuntungan di peroleh, jumlah pendapatan yang di catat ( pendapatan di jumlahkan )
    Prinsip mempertandingkan

Contoh soal :
Data neraca saldo sebagian untuk perusahaan dannisa wedding peckage
31 desember 2010 sebagai berikut :
Sewa dibayar di muka                                                                                 =Rp 24.000.000
Perlengkapan / bahan habis pakai                                                               =Rp   2.600.000
Peralatan dekorasi                                                                                       =Rp 30.000.000
Akumulasi penyusutan peralatan dekorasi                                                 =Rp   1.500.000
Beban iklan                                                                                                 =Rp 10.000.000
Beban asuransi                                                                                            =Rp   5.000.000


a.    1.    Sewa di bayar di muka tsb dibayar pada tanggal 1 agustus 2010 yang lalu untuk satu tahun.
Rumus :             jumlah periode   x sewa dibayar di muka
                     12
Dik : sewa di bayar di muka 24 jt , jumlah periode dari 1 agustuh sampai desember ( 5 bulan )

Jadi 5/12 x 24jt : 10jt

b.     2.  Setelah dihitung perlengkapan yang sudah habis di pakai sebesar Rp 1.900.000

Rumus : perlengkapan – perlengkapan yang sudah habis di pakai

Dik : perlengkapan : 2.600.000 ,                 habis di pakai : 1.900.000
Jadi , 2.600.000 – 1.900.000 hasilnya 700.000

c.      3.  Dari peraltan dekorasi disusutkan 5% dari nilai buku

Rumus : ( peralatan dekor – akumulasi ) x 5%

Dik : peralatan dekor : 30.000.000,              akumulasi : 1.500.000

30.000.000 – 1.500.000 : 28.500.000 x 5%      = 1.425.000

d.    4.   Asuransi yang sudah kadaluarsa sebesar 1.500.000

Rumus : ( beban – kadarluarsa )

Dik : beban asuransi 5.000.000 ,                 kadarluarsa : 1.500.000

5.000.000 – 1.500.000        = 3.500.000

e.     5.   Masih harus di bayar beban gaji 20 orng karyawan selamma 3 hari gaji per hari orng sebesar 50.000

Rumus : ( jumlah karyawan x gaji per orang ) x berapa hari bekerja

Dik : jumlah keryawan : 20 karyawan ,       gaji perorang : 50.000 , jumlah hari : 3 hari

20 orang x 50.000 : 1 jt

1jt x 3    = 3jt

f.       6.  Tagihan pendapata dekorasi Rp 5.000.000

d  dan kemudian di tulis di tabel jurnal penyesuaian.
   
Berikut ini adalah Tabel  Jurnal Penyesuaian :
Tanggal
Uraian
Ref
Debit
Kredit
31 – 12 – 2010
Beban Sewa
-
10.000.000


Sewa dibayar dimuka


10.000.000
31 - 12 - 2010
Beban Perlengkapan
-
1.900.000


Perlengkapan


1.900.000
31 – 12 - 2010
Beban peny. Peralatan dekor
-
1.425.000


Akumulasi peny. Peralatan dekor


1.425.000
31 – 12 – 2010
Asuransi dibayar dimuka
-
3.500.000


Beban asuransi


3.500.000
31 – 12 - 2010
Beban gaji
-
3.000.000


Hutang gaji


3.000.000
31 – 12 - 2010
Piutang jasa dekorasi
-
5.000.000


Pendapatan dekorasi


5.000.000